es verdad lo de opciones binarias jaime reina opciones binarias medellin la mejor hora para operar en opciones binarias software automatico para opciones binarias curso opciones binarias forex semaforo para opciones binarias

APPLICATION ( BEWERBUNG )

Salam Perhimpunan! Kali ini kami dari PPI Jerman akan merangkum pertanyaan teman teman semua mengenai pendaftaran, atau dalam bahasa Jerman disebut Bewerbung untuk Universitas, Ausbildung dan Studienkolleg.
Link untuk penjelasan tentang Studienkolleg dapat di akses disini :
https://www.uni-assist.de/bewerben/vorab-informieren/studienkolleg/

FAQ :

    1. Q: Apakah rata rata pendaftaran untuk ke Universitas melalui Uni Assist?
      A: Iya, karena sebagian besar Universitas di akomodir oleh Uni Assist, walaupun juga ada beberapa Universitas yang mengharuskan mengirimkan dokumen secara langsung (Direkt) ke Universitas yang bersangkutan secara langsung.
    2. Q: Untuk pendaftaran Studienkolleg, apakah boleh Ijazah diterjemahkan dalam Bahasa inggris?
      A: Tidak. Karena salah satu persyaratan dokumen untuk pendaftaran Studienkolleg adalah Ijazah SMA yang sudah diterjemahkan dalam bahasa jerman.
    3. Q: Bagaimana tata cara mendaftar Studienkolleg melalui Uni Assist?
      A: Bisa di akses di link berikut ini dan sudah tertera secara rinci dan jelas :
      https://www.uni-assist.de/bewerben/
    4. Q: Apakah bisa daftar ke berbagai Universitas dalam waktu yang bersamaan?
      A: Tentu saja bisa. Kalian bisa mendaftar ke semua universitas dalam waktu yang bersamaan ( perlu di perhatikan tenggat waktu pendaftaran setiap universitas berbeda beda). Akan tetapi, untuk jurusan yang Ohne-NC harus lebih diperhatikan, karena beberapa Universitas langsung mengeluarkan Studienbescheinigung setelah proses pendaftaran dan tidak bisa mendaftar lagi di Univeristas yang lain, karena secara otomatis akan diterima di Universitas tersebut.
    5. Q: Langkah pertama sampai akhir dalam berkuliah S1 di Jerman
      A:
      1. Harus memiliki sertifikat bahasa Jerman B2
      2. Memiliki uang deposit +/- 10.000 Euro
      3. Apply Visa
      4. Mendaftar dan diterima di Studienkolleg
      5. Lulus Studienkolleg
      6. Masuk Universitas
    6. Q: Apakah selama pandemi pendaftaran Studienkolleg tetap dibuka? dan jika iya, apakah ada persyaratan khusus?
      A: Pendaftaran Studienkolleg tetap dibuka selama pandemi dan sejauh ini tidak ada persyaratan khusus yang mengacu pada kondisi pandemi. Hanya saja di beberapa kasus banyak yang tidak bisa mendaftar Studienkolleg, dengan alasan visa yang ditolak, dikarenakan pandemi ini proses pengurusan visa lebih lama dan rumit dari biasanya.
    7. Q: Daftar Universitas mana saja yang menggunakan jalur Uni Assist untuk pendaftaran?
      A: Untuk daftar Universitas mana saja yang menggunakan Uni Assist bisa di cek di link berikut ini, apabila universitas yang dinginkan tidak tertera pada link dibawah ini, berarti proses pendaftaran harus dilakukan secara langsung ke universitas yang bersangkutan dengan cara mengirimkan dokumen yang diperlukan melalui pos.
      https://www.uni-assist.de/tools/uni-assist-hochschulen/
    8. Q: Berapa rata rata biaya Studienkolleg sampai S1 ?
      A: Kalau mengikuti perkiraan dan standar yang ditetapkan pemerintah Jerman untuk biaya hidup, diperkirakan per tahun +/- 10.000 Euro. Tinggal dikalikan berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai dengan selesai S1.
    9. Q: Apakah boleh mendaftar lebih dari satu jurusan di Universitas yang sama?
      A: Boleh. Untuk batas maksimal jurusan yang bisa diambil tergantu kebijakan masing masing Universitas.
    10. Q: Apa aitu HZB (Hochschulzugasberechtigung)?
      A: Untuk penjelasan lebih detail bisa di akses pada link di bawah ini:
      https://www.uniassist.de/tools/glossar/erklaerung/details/hochschulzugangsberechtigung-hzb/
    11. Q: Apakah bisa pindah jurusan ketika ditengah proses perkuliahan merasa tidak cocok?
      A: Bisa. Hal yang berkaitan dengan pindah jurusan sebaiknya bisa dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Studienberater yang ada di Hochschule atau Universitas tempat berkuliah yang bersangkutan.
    12. Q: Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk mendaftar Studienkolleg melalui proses Direkt?
      A:
      1. Legalisir Ijazah dan SKHU SMA yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman
      2. Formulir pendaftaran ( di unduh di website univeristas yang bersangkutan)
      3. Sertifikat B2 bahasa jerman
      4. Fotokopi Paspor dan Visa
      5. Beberapa Universitas membutuhkan dokumen tambahan diluar yang sudah Dijelaskan diatas, dan bisa di cek di Universitas yang bersangkutan.

PROGRAM KULIAH S1 DI JERMAN

Setelah menempuh program penyetaraan (Studienkolleg) yang berjalan kurang lebih 6 bulan sampai dengan 1 tahun, tahap selanjutnya adalah pendaftaran untuk melanjutkan Studium ataupun Ausbildung. Pendaftaran perguruan tinggi dapat melalui Uni-Assist atau direkt (langsung ke universitasnya). Namun disini tidak akan dijelaskan secara detail proses pendaftaran ke perguruan tinggi.
Jerman sendiri termasuk negara yang memiliki sistem pendidikan yang baik di seluruh dunia. Tidak aneh jika Jerman menjadi destinasti para pelajar yang baru lulus SMA atau bahkan yang sudah menamatkan jenjang S1nya untuk melanjutkan pendidikannya disini.

FAQ

  1. Kuliah S1 di Jerman menggunakan Bahasa apa?
    Normalnya materi disampaikan oleh professor dalam bahasa Jerman. Namun jika jurusannya berbahasa inggris biasanya di sampaikan dengan bahasa Inggris bisa juga menggunakan bahasa Jerman.
  2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan S1 di Jerman?
    S1 di Jerman memakan waktu 6-8 Semester, namun disesuaikan dengan aturan jurusan masing-masing.
  3. Apa keunggulan kuliah di Jerman dibandingkan dengan negara Eropa lainnya?
    Jerman termasuk salah satu negara yang aman untuk belajar karna tidak dalam keadaan berperang. Teknologi serta sistem di Jerman yang unggul menjadikan Jerman salah satu negara sebagai destinasi pendidikan dari seluruh mahasiswa mancanegara.
  4. Berapa biaya Semester di Jerman?
    Biaya Semester setiap perguruan tinggi di Jerman sangat bervariasi dari 90€-1500€. Disesuaikan dengan tempat dan provinsi dari masing-masing perguruantinggi.
  5. Apakah bisa langsung melanjutkan S1/S2 di Jerman dengan Ijazah terakhir D3?
    Untuk Ijazah D3 harus di cek terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Ijazah tersebut diakui atau tidak.
    Klik link dibawah ini untuk info lebih lengkap:
    https://denkspa.com/2018/09/05/f-a-q-seputar-duales-studium-di-jerman/https://anakrantau.id/education/ekstensi-d3-ke-s1-di-jerman-untuk-jurusan-teknik-begini-caranya/
  6. Apakah lulus S1 di Jerman susah?
    Susah atau tidaknya tergantung dengan individu masing-masing bagaimana memanage waktu dan prioritasnya.
  7. Dimana untuk bisa mengecek daftar jurusan di Jerman?
    https://www.studis-online.de/
  8. Apakah setelah Ausbildung dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S1?
    https://www.hochschulkompass.de/studium/voraussetzungen-fuer-studium/hochschulzugangsberechtigung/studieren-ohne-abitur.html
  9. Apa itu Vorpraktikum?
    Vorpraktikum adalah praktikum yang dilakukan sebelum memulai pendidikan S1. Ini biasanya dijadikan syarat untuk bisa masuk ke jurusan-jurusan tertentu.
  10. Apakah ada beasiswa S1 yang fully funded?
    Beasiswa fully funded biasanya ditawarkan untuk mahasiswa yang ingin
    melanjutkan Master/PhD. Namun tidak menutup kemungkinan saat menjalani S1 ada beasiswa yang ditawarkan oleh universitas.
  11. Tidak pernah ikut Olimpiade, apakah masih bisa dapat peluang untuk diterima di Universitas?
    Tentu saja! Diterima atau tidaknya bergantung pada nilai FSP, UN dan Raport.

 

Sources:
Vorpraktikum

https://www.praktikum-service.de/Was-ist-ein-Vorpraktikum.php#:~:text=Ein%20Vorpraktikum%20absolvierst%20du%2C%20wie,hast%2C%20gar%20nicht%20immatrikulieren%20kannst.

Dari Ausbildung lanjut ke Universitas
https://www.hochschulkompass.de/studium/voraussetzungen-fuer-studium/hochschulzugangsberechtigung/studieren-ohne-abitur.html

Ekstensi D3 ke S1/S2
https://denkspa.com/2018/09/05/f-a-q-seputar-duales-studium-di-jerman/

Ekstensi D3 ke S1 di Jerman untuk Jurusan Teknik, Begini Caranya!

Studienkolleg

First of all, Studienkolleg itu apa sih?
Studienkolleg adalah lembaga pendidikan publik di Jerman, Austria, dan Swiss untuk siswa yang sertifikat sekolah menengahnya (SMA atau setara di negara-negara non-EU) tidak diakui setara dengan Abitur (ijazah SMA di Jerman). Sistem sekolah, konten pelatihan, atau durasi kehadiran di sekolah di negara asal kita (Indonesia) sangat berbeda dengan sistem di Jerman sehingga kita perlu mengikuti kursus persiapan di perguruan tinggi persiapan
(Studienkolleg) selama I tahun.

KURSUS KHUSUS APA SAJA YANG TERSEDIADI STUDIENKOLLEG?
UNIVERSITÄTSKOLLEGS MENAWARKAN KURSUS SPESIALISASI BERIKUT SEBAGAI
PERSIAPAN UNTUK MENDAPATKAN GELAR:
M-KURS: UNTUK STUDI MEDIS, BIOLOGI DAN FARMASI
T-KURS: UNTUK STUDI MATEMATIKA, ILMIAH ATAU TEKNIS
W-KURS: UNTUK MATA KULIAH EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
G-KURS: UNTUK STUDI HUMANIORA ATAU STUDI JERMAN
S-KURS: UNTUK STUDI BAHASA

FACHHOCHSCHULKOLLEGS MENAWARKAN KURSUS SPESIALISASI BERIKUT SEBAGAI PERSIAPAN UNTUK MENDAPATKAN GELAR:
TI-KURS: UNTUK STUDI TEKNIK DAN TEKNIK wW-KURS: UNTUK STUDI EKONOMI
GD-KURS: UNTUK STUDI DESAIN DAN ARTISTIK SW-KURS: UNTUK STUDI SOSIAL DAN ILMU SOSIAL

Kalau ada pertanyaan seputar Studienkolleg tanya disini yaa! Bedanya stk privat sama negri selain harus bayar dari pembelajaran ada yg beda kak??? Studienkolleg itu ada apa aja sih jenisnya?

  1. Universitäts- und Fachhochschulkollegs Kita singkat aja ya biar enak e jadi ada studkol uni dan studkol FH. Bedanya apa sih kak? studkol uni ==> setelah lulus studkol bisa lanjut kuliah di Universität (universitas) maupun Fachhochschule (perguruan tinggi/institut teknologi) di Jerman studkol FH==> setelah lulus studkol hanya bisa melanjutkan kuliah di FH juga. Tidak bisa di Uni.
  2. Staatliche und private Studienkollegs studkol staatlich (negeri) ==> sama seperti kuliah di uni/fh staatlich, studkol disini (tidak) gratis ya! Kita tetap bayar 100-400 Euro/ semester tergantung kebijakan masing2 studkol ya. Ijazah studkol negeri diakui di seluruh jerman. Studkol privat (swasta) ==> perbedaan terbesarnya emang jauh lebih mahal daripada yang staatlich :”) eits tapi gak cuman itu. Kalian harus mencari info lebih lanjut apakah ijazah dari
    studkol yg kalian tuju diakui di seluruh jerman? Bahkan banyak studkol privat yang FSP (Feststellungsprüfung) nya ikut di studkol lain.

Persyaratan dokumen untuk daftar Studienkolleg :

  1. FC ijazah dan SKHUN yang sudah dilegalisasi
  2. FC ijazah dan SKHUN yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Jerman (sudah dilegalisasi)
  3. CV (hanya untuk studkol tertentu)
  4. Formulir pendaftaran (bisa didownload di website studkol tsb)
  5. FC sertifikat bahasa Jerman (sudah dilegalisasi) yang diminta oleh studkol tsb. (Ada yang minta B1,B2, bahkan C1)

Kasi tips buat adaptasi&sistem bljr bagi murid baru di studkol:

  • Cari teman yang banyak. Jangan cuman sama sesama orang Indo ya. Temenan sama orang-orang dari negara lain juga. Ini bakal membantu mengasah kemampuan bahasa Jerman kalian.
  • Belajar bareng-bareng teman. Jadi bisa diskusi kalau gak paham.
  • Belajar dari youtube juga bisa membantu.
  • Tanya-tanya sama orang-orang yang sebelumnya studkol di tempat yang sama (siapa tau dibimbing belajar, atau bahkan dikasih alte Klausur e, dan dikasih info tentang kota tsb: tempat makan yang enak, cafe asik buat nongki/belajar, bibli mana yang buka sampe malam, dll).

Apakah kita memilih jurusan & Uni sebelum Studkol atau setelahnya kak?
Wah kalau ini sih tergantung pribadi masing-masing. Ada yang sudah merencanakan dari awal dan yakin banget-banget akan pilihannya serta menjalankan rencana tsb. Ada yang sudah punya pilihan tapi berubah pikiran di tengah jalan. Ada yang sampai lulus studkol belum tau mau jurusan apa. Ada yang pengen kuliah di jurusan yang tidak sesuai studkol sehingga harus mengulangi semuanya. Dan banyak lagi. Semua orang ceritanya beda-beda.

Studienkolleg sehari berapa jam kak? Bisa sambil kerja sambilan kah?
Tergantung kebijakan masing-masing studkol sih sehari berapa jam pelajaran. Tapi tidak bisa sambil kerja sambilan. Why? Visamu tidak mengizinkannya :”) Kamu boleh kerja hanya saat libur semester waktu studkol.

Daftar Studienkolleg itu bisa lewat mana aja yaa kalo kita mau sendiri tanpa agen?
Cari informasi dulu, studkol yang mau kalian daftar harus lewat http://www.uni- assist.de atau enggak. Kalau enggak, berarti langsung daftar di website studkol uni/fh tersebut.

Tahap atau proses yang biasanya harus di lalui apa saja untuk studienkolleg?

  1. Cari informasi
  2. Siapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mendaftar Studkol
  3. Mendaftarkan diri
  4. Menerima undangan untuk ANP (Aufnahmetest)(tes masuk studkol)
  5. ANP
  6. Diterima
  7. Mulai studkol
  8. Belajar belajar belajar.. belajar
  9. FSP (Feststellungsprüfung) (tes kelulusan studkol)
  10. Daftar Uni (Idealnya sih begini e tapi setiap orang pasti beda-beda tahap dan prosesnyae)

Kira” berapa harga?
Studkol yang staatlich biaya per semesternya berkisar antara 100-400 Euro. (Sudah termasuk Semesterticket)

Semesterticket itu apa kak?
Itu tiket untuk naik kendaraan umum dalam kota/negara bagian tempat kalian tinggal selama satu semester. Jadi gak usah beli tiket lagi kalau mau naik bus, tram, atau kereta.

Terdapat kesulitan apa selama menjalani studienkolleg ka?
Mungkin bahasa Jerman kali ya kesulitan terbesar saat Studienkolleg. Belajar matematika yang bagi banyak dari kita susah, dalam bahasa jerman pula, jadi makin-makin kan susahnya? Fisika? Kimia? Ditambah harus beradaptasi di lingkungan baru, negara baru, teman-teman baru, mengurus segalanya sendiri, kangen rumah, dll Ekonomi? Cobain deh. Rasanya? Ah mantap

Buat yg mandiri gmn cari info studionkolleg?

  • Google! http://www.studienkollegs.de Dibaca dulu di website ini. Info-info pentingnya ada semua. Kalau kurang bisa cari di website lain atau website Uni/FH yang menyediakan Studienkolleg.
  • Gak bisa bahasa Jerman? Copy semua tulisan yang ada lalu paste di google translate
  • Pada nonton youtube kan? Bisa tuh cari-cari di youtube. Kalau sudah melakukan semua hal di atas tapi masih ada pertanyaan? Boleh banget dm PPI Jerman/PPI-PPI cabang. Tapi pastikan sudah cari tahu dulu ya

Studkol itu dilaksanakan di Uni yg kita pilih dan satu kota dgn Uni tsb atau bagaimana ya kak?
Gak juga kok. Sebenernya gak ngaruh mau studkol dimana lalu lanjut kuliah dimana (kotanya). Tapi studkol dan kuliah di kota yang sama bakal mempermudah kalian karena gak harus pindahan lagi, gak harus stress cari rumah lagi ASAL: Kalau mau lanjut di uni ya jangan ambil studkol FH. Kalau mau kuliah kedokteran ya jangan ambil studkol G-Kurs.

Studienkolleg ada di kota apa aja sih kak??
http://www.studienkollegs.de/Studienkollegs.html

PROGRAM SEKOLAH VOKASI ( AUSBILDUNG ) DI JERMAN

Apa sih Ausbildung itu ?
Program pelatihan keterampilan sekolah sambil bekerja, dimana siswa dididik dengan sistem yang
menintegrasikan teori dan prakter serta berorientasi pada aplikasi sesuai industri, dan melalui Program
ini setiap orang memiliki kesempatan belajar secara mendalam mengenai sebuah profesi tertentu dan
dapat bekerja langsung dibidang tersebut tanpa melalui proses perkuliahan.
Ausbildung terdiri dari 2 kategori :

    • Duale Ausbildung
      Ausbildung ini lebih mengutamakan praktek kerja dibanding kegiatan belajar mengajar disekolah, keuntungannya tentu para Azubi/orang yang sedang mengikuti Ausbildung tersebut mendapatkan bayaran atau lebih tepatnya gaji dari perusahaan tempat praktek
  • Schulische Ausbildung
    Ausbildung ini lebih mengutamakan sekolah dibanding bekerja, dan para peminatnya harus membayar uang sekolah sendiri, Namun ada pengecualian bagi para Azubi yang bekerja di bagian kesehatan seperti perawat, asisten dokter, ahli terapi yang juga mendapatkan gaji dari tempat praktek seperti Duale Ausbildung.

FAQ

  1. Syarat bisa Ausbildung ka?
    Syarat Umum Ausbildung : Ijazah SMA/sederajat yang sudah diterjemahkan dan disetarakan dijerman, sertifikat Bahasa Jerman min. B1, akan tetapi lebih baik mempunyai sertifikat B2
  2. Apakah ada tunjangan dari pemerintah untuk tagihan tempat tinggal selama masa Ausbildung?
    Para Azubi bisa mengajukan Wohngeld ( dana bantuan tempat tinggal ) dari pemerintahan setempat dan mengajukannya langsung melalu Rathaus ( Balai desa ) setempat
  3. Untuk perpanjangan Visa Aupair / Ausbildung brapa ya ka ?
    Untuk perpanjang Visa Ausbildung sendiri harus menyiapkan Uang sebesar 93-100 Euro tergantung Imigrasi setempat.
  4. Ausbildung masa 3tahun pulang atau bisa lanjut kerja setelah itu masa kerja berapa tahundijerman ?
    Setelah Ausbildung teman teman bisa melanjutkan kerja dijerman tanpa batasan waktu selama tidak melanggar peraturan yang ada dan tentunya sesuai kontrak yang sudah disepakati bersama.
  5. Batasan umur mengikuti Ausbildung dan kalau belum punya pengalaman apakah bisa ?
    Tidak ada batasan umur untuk mengikuti program Ausbildung dan perihal pengalaman kerja tergantung syarat dan ketentuan dari tempat sekolah dan tempat praktek, karena setiap bidang mempunyai prosedur pendaftaran masing masing.
  6. Hallo ka, apa benar sekarang Ausbildung harus bayar deposit sebesar 600 euro ?
    Untuk mengikuti program Ausbildung teman teman tidak diharuskan untuk membayar deposit, karena hampir semua bidang Ausbildung ini gratis, akan tetapi ada beberapa bidang yang mengharuskan kita membayar biaya sekolah.
  7. Kalau setelah lulus Ausbildung bisa langsung kuliah/ harus tetep STK ?
    Setelah ausbildung bisa langsung melanjutkan kejenjang S1 tanpa perlu STK terlebih dahulu, tentunya harus mengambil bidang yang sama ketika Ausbildung, akan tetapi kebanyakan Uni/Fachhochschule meminta pengalaman kerja 2-3 tahun setelah Ausbildung.\
  8. Aupair itu spesifiknya ngapain aja si ?
    Untuk info mengenai tugas Aupair teman teman bisa langsung cek :
    https://www.aupairworld.com/en/wiki
  9. Hallo ka boleh share info tentang Ausbildung Kinderpfleger/-in ?
    Per tahun 2020 Ausbildung als Pflege menjadi Generalistische Pflegeausbildung, untuk info lebih lengkapnya bisa cek : https://www.wbs-schulen.de/infos/generalistische-pflegeausbildung/
  10.  

 

Kerja Part-time di Jerman

Salam Perhimpunan! Kali ini kami dari PPI Jerman akan membahas sedikit mengenai Kerja Part-time di Jerman secara umum. Kami berharap info2 yang diberikan dapat berguna dan juga memberikan gambaran bagi kalian yang ingin kuliah/bekerja di Jerman! (sebagai student) – JR

Jenis2 kerja part-time di Jerman

Peraturan kerja part-time di Jerman secara umum (terutama bagi mahasiswa asal Indonesia)
Selama studi, kita dapat, pada prinsipnya, bekerja tanpa persetujuan dari layanan ketenagakerjaan. Dan tidak boleh bekerja lebih dari 120 hari (max. 8 jam) atau 240 setengah hari (max. 4 jam apabila lebih dari 4 jam maka akan dihitung sebagai 1 hari penuh) per tahun kalender(contoh: 1 Januari 2021 – 31 Desember 2021 terhitung sebagai 1 tahun kalender).

Selain itu hari bekerja akan dihitung seperti demikian, contoh: Kita bekerja selama 90 hari masing2 selama 4 jam maka kita dapat asumsikan bahwa hari bekerja ini akan dihitung sebagai 0.5 hari dari ketentuan 120 hari (max. 8 jam per hari).

120 hari ( max. 8 jam per hari) – (90 hari x 0.5) = 75 hari (max. 8 jam per hari) atau 150 hari (max. 4 jam per hari)
Quelle: Landeshauptstadt München Beschäftigungsmöglichkeiten für Studentinnen und Studenten (muenchen.de)

Gaji / Upah
Di Jerman sendiri terdapat Upah per Jam minimum yang dijamin oleh pemerintah pusat dimana per 1 Januari 2021 adalah 9,50€ per Jam (brutto/belum dipotong pajak). Gaji/Upah minimum ini sifatnya adalah wajib dan berlaku bagi semua orang (WN Jerman ataupun asing termasuk Mahasiswa). Upah minimum ini juga berlaku untuk semua pekerjaan dan rata2 upah di Jerman berkisar 10€ – 12.5€ / Jam. Tentunya apabila kalian bekerja di sebagai studentische Hilfskraft kalian bisa mendapatkan gaji yang lebih!

Gesetzlicher Mindestlohn in Deutschland (brutto)

Quelle: Dieser Mindestlohn gilt 2020, 2021 und 2022 in Deutschland – dhz.net (deutschehandwerks-zeitung.de)

Pajak
Gaji yang didapat dari Minijob (Max. 450€ / bulan) tidak akan dipotong pajak. Tetapi jika bekerja dengan penghasilan 450€ / bulan atau juga 20-jam / minggu, maka gaji yang kita dapatkan akan dipotong pajak (kira2 14% -Lohnsteuer). Kemudian jumlah tertentu dipotong dari gaji setiap bulan. Anda akan menerimanya kembali pada akhir tahun melalui pengembalian pajak penghasilan (Steuererklärung). Quelle: Werkstudent-Steuern: Wann und wie viel musst Du zahlen? | myStipendium

FAQ
Q: Apakah siswa Studienkolleg (Studkol) diperbolehkan untuk bekerja?
A: Mereka yang menghadiri kursus bahasa atau Studienkolleg umumnya hanya diizinkan untuk bekerja dengan persetujuan Ausländerbehorde – dan hanya selama periode bebas kuliah (Vorlesungsfreiezeit – bukan sabtu/minggu).

Q: Kerja apa saja yang biasanya paling umum?
A: Pekerjaan yang biasanya paling umum bagi mahasiswa/pelajar asing adalah bekerja di Restauran/Cafe (Gastronomie) biasanya sebagai pelayan (Kellner).

Q: Apakah kita perlu syarat2 khusus agar dapat bekerja?
A: Tidak. Biasanya dokumen2 yang diminta adalah yang sudah kita miliki seperti: asuransi Kesehatan(sama seperti yang diminta oleh Universitas), TIN (Tax identificiation number), Ijin tinggal (Aufenthaltstitel/Visa), Akun bank(untuk transfer gaji) dan data diri.

Q: Apakah harus bisa Bahasa Jerman?
A: Tidak harus. Tetapi akan lebih mudah untuk menemukan pekerjaan tentunya apabila kita memiliki kemampuan Bahasa Jerman + Bahasa Inggris tentunya.

Q: Bagaimana caranya mencari / mendaftar kerja?
A: Kebanyakan bisa cari di Google, website perusahaan langsung (contoh: starbucks.de), ataupun agensi untuk cari kerja bagi mahasiswa (contoh: jobmensa.de). Atau apabila ingin bekerja sebagai di Universitas / Forschungseinrichtung bisa mendaftar langsung di website Uni/Lembaga yang
bersangkutan.

Q: Bagaimana pembagian hari/jam kerja nya?
A: Biasanya awal bulan/minggu akan dibagi langsung hari dan jam2 kerja nya langsung dan kalian bisa memberi input hari2 apa saja disaat kalian tidak bisa bekerja (karena ada ujian/kelas). Biasanya jam bekerja berkisar antara 4-8 jam per shift. Jumlah hari per minggu bergantung seberapa banyak kalian ingin bekerja dan jenis pekerjaan yang kalian ambil. (Contoh: 5 jam x 2 hari per minggu dengan asumsi gaji 10€ per Jam maka kalian akan menghasilkan 400€ per Bulan tanpa dipotong pajak)

Q: Apakah kerja part-time dapat memenuhi biaya hidup yang dibutuhkan selama studi di Jerman?
A: Bisa tetapi sulit. Karena dengan asumsi biaya hidup 853€ / Bulan dan gaji 10€ / Jam (Quelle: Ausbildungs- und Lebenshaltungskosten – DAAD). Maka kita perlu bekerja 20 Jam per minggu tiap bulan yang artinya kita perlu bekerja 2-3 hari dalam 1 minggu. Dengan adanya Vorlesung yang hampir setiap hari maka akan cukup sulit apabila kita harus bekerja ekstra 3 hari setiap minggunya
diluar dari Vorlesung2 yang harus kita ikuti tetapi tentunya ini bukan hal yang tidak mungkin dilakukan terutama apabila kalian sudah berada di Semester 5 keatas dimana biasanya kelas yang harus kalian ikuti tidak sebanyak di semester 1-3 ataupun disaat Libur Semester.

Q: Adakah hal2 yang harus diperhatikan apabila ingin bekerja untuk pertama kalinya?
A: Tentunya hal terutama yang harus kalian perhatikan adalah bahwa kalian tidak melanggar Peraturan Kerja di Jerman (Arbeitschutzgesetz) dimana dalam sehari kalian hanya boleh bekerja maksimal 8 jam (hanya diperbolehkan untuk lebih dari 8 jam dengan ijin khusus dari Arbeitsagentur) dan dalam seminggu kalian hanya boleh bekerja sebanyak 5 hari (20 hari per bulan). Pastikan juga apabila kalian menerima gaji yang lebih dari 450€ / bulan bahwa kalian sudah membayar pajak yang ditetapkan!

FAQ Beasiswa di Jerman

Beasiswa-beasiswa di Jerman

Beasiswa-beasiswa untuk studi di Jerman bisa dilihat di portal berikut ini:

Melalui portal tersebut bisa dilihat jenis-jenis beasiswa yang tersedia di Jerman, oleh lembaga apa, untuk jenjang studi apa, untuk jurusan apa, dan berdasarkan kriteria lainnya. Selain itu, beberapa universitas menawarkan program beasiswa yang bisa dilihat di website universitas tersebut.

Beasiswa di Jerman yang paling diminati

  1. Beasiswa DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst)
    Beasiswa ini diperuntukkan pada umumnya untuk program master, doctoral, dan postdoctoral. Selain itu ada juga beasiswa untuk kursus bahasa. Untuk informasi mengenai Beasiswa DAAD bisa diakses melalui:
    https://static.daad.de/media/daad_de/2019_stipendienprogrammedaad_st11.pdf
  2. Beasiswa Friedrich Ebert Stiftung
    Beasiswa ini terasosiasi dengan Social Democratic Party of Germany (SPD). Untuk program bachelor, FES bisa mendanai studi hingga 3 semester sebelum Regelstudienzeit berakhir. Beasiswa ini juga mendanai program master, diplom, magister, serta program dengan Staatsexamen. Untuk informasi dan persyaratan lebih lanjut dapat diakses di:
    https://www.fes.de/studienfoerderung/grundfoerderung-fuer-auslaender-innen/
  3. Beasiswa Friedrich Naumann Stiftung
    Beasiswa ini terasosiasi dengan Germany’s Free Democratic Party (FDP) dan dapat mendanai program master serta program studi dengan Staatsexamen. Beasiswa akan diberikan untuk satu tahun pertama, dan kemudian bisa diperpanjang dengan mengajukan formulir dan memenuhi persyaratan yang ada. Informasi lebih lanjut bisa dilihat melalui:
    https://www.freiheit.org/auswahlverfahren-1Beasiswa ini juga mendanai program doctoral. Untuk informasi lebih lanjut bisa diakses melalui:
    https://cloud.freiheit.org/index.php/s/p5QGGE9FaLyijN6#pdfviewer
  4. Beasiswa Heinrich Böll Stiftung
    Program ini terafiliasi dengan German Green Party (Die Grünen) dan ditujukan bagi mahasiswa internasional dalam program diplom, master, dan program studi yang membutuhkan Staatsexamen. Persyaratan lebih lanjut bisa dilihat di: https://www.boell.de/de/stipendium-studium
  5. Deutschlandstipendium
    Melalui beasiswa ini pemerintah Jerman mengalokasikan dana sebesar 300€ per bulan. Pendaftaran beasiswa ini melalui universitas masing-masing. Informasi dan persyaratan lebih lanjut bisa dilihat di website universitas masing-masing.

Apakah ada beasiswa untuk Studienkolleg?
Sampai saat ini secara umum tidak ada. Hingga tahun 2019 hanya terdapat beasiswa untuk Studienkolleg Indonesia yang ditujukan bagi lulusan SMA dari PASCH Schule (Sekolah Mitra Partner dari Goethe Institut)

Apakah ada peluang untuk bekerja (parttime) jika mendapatkan beasiswa?
Mengenai kesempatan untuk bekerja sambal mendapatkan beasiswa berbeda-beda berdasarkan pemberi beasiswa. Ada yang mengizinkan, ada juga yang tidak, oleh karena itu harus dilihat kembali keterangan dari pemberi beasiswa.

Untuk beasiswa DAAD, bekerja sambilan diperbolehkan, tetapi jika pendapatan per bulan melebihi 450€, maka besarnya beasiswa per bulan akan dikurangi dengan selisih gaji bruto dengan 450€. Contohnya, jika beasiswa per bulan 750€ dan gaji bruto sebesar 800€, maka jumlah beasiswa per bulan akan dikurangi menjadi 750€-(800-450)€= 400€.

Apakah Bahasa Jerman menjadi persyaratan untuk mendapatkan beasiswa?
Lebih banyak beasiswa di Jerman yang ditawarkan untuk program studi berbahasa Jerman, namun ada juga beberapa beasiswa untuk studi dalam Bahasa Inggris. Dalam kasus ini, kebanyakan dari pemberi beasiswa tersebut mensyaratkan penyertaan dari sertifikat Bahasa Inggris.

Apakah ada beasiswa untuk program sarjana?
Ada, contohnya Beasiswa Friedrich Ebert Stiftung dan Deutschlandstipendium. Untuk beasiswa lain untuk program sarjana bisa dilihat melalui 3 website pada bagian „Beasiswa-beasiswa di Jerman”.

Pertanyaan yang muncul saat sesi wawancara serta jawaban yang diharapkan
Beberapa website beasiswa menjelaskan mengenai apa saja yang harus
dipersiapkan dalam wawancara, contohnya oleh Friedrich Ebert Stiftung yang bisa diakses melalui:
https://www.fes.de/index.php?eID=dumpFile&t=f&f=47579&token=a5af2917d050040285da07d486fd50b95b4bf2a5

AUSBILDUNG DI JERMAN

Jerman merupakan salah satu negara favorit di Eropa yang menjadi destinasi orang-orang dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk menuntut ilmu dan mengembangkan karir dan potensinya. Dengan sistem pendidikan yang cukup unik di bandingkan negara lainnya, Jerman memiliki daya tarik tersendiri di mata dunia. Negara yang terletak di jantung Eropa ini menawarkan banyak pilihan belajar menarik dari segala bidang kepada lulusan sekolah menengah. Tidak hanya melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi/ universitas, tetapi para lulusan sekolah menengah di Jerman juga memiliki kesempatan mempelajari sebuah profesi tertentu melalui program Ausbildung .

Ausbildung merupakan sebuah sistem belajar yang disediakan oleh pemerintah Jerman untuk pelajar lulusan sekolah menengah yang ingin memasuki dunia kerja. Jika dipadankan dengan sistem pendidikan Indonesia, Ausbildung bisa kita artikan sebagai Sekolah Pelatihan Vokasi. Selain itu, program ini juga dapat diperuntukan untuk orang-orang yang ingin mendalami salah satu ilmu profesi tertentu.

Di program ini, para siswa Ausbildung atau Auszubildende atau Azubi tidak hanya dapat mempelajari ilmu secara teori di sekolah, tetapi mereka juga mendapat kesempatan untuk langsung mempraktikkannya di tempat mereka melakukan pekerjaannya. Meskipun Auszubildende masih dikategorikan sebagai pelajar, tetapi mereka juga berhak memperoleh penghasilan setiap bulannya atas kontribusinya di tempat kerja.  Penghasilan yang didapatkan ini jumlahnya sangatlah relatif dan beragam mulai dari 500 hingga 750 Euro.

Saat seseorang mengikuti program Ausbildung, maka secara teori dia akan bekerja kira-kira sebanyak tiga hari dalam seminggu dan belajar di sekolah dua hari atau setara delapan hingga 12 jam dalam seminggu. Tapi secara praktik di lapangan, hal ini kembali lagi tergantung dari kesepakatan pihak pemberi kerja (Betrieb/ perusahaan) dengan pihak Auszubildende serta pihak sekolah (Berufsschule). Karena terdapat beberapa perusahaan dan sekolah yang menerapkan sistem blok di mana durasi sekolah dan bekerja tidak dibagi dua dalam seminggu melainkan dapat terjadi di mana Auszubildende satu minggu penuh belajar di sekolah tanpa bekerja atau sebaliknya.

Durasi atau lama program Ausbildung juga sangat beragam karena kembali lagi dengan jenis pekerjaan yang dipelajari dan juga tergantung dari perusahaan pemberi pekerjaan, tetapi biasanya Ausbildung berlangsung selama dua hingga tiga tahun. Dan untuk menyelesaikan Ausbildung, Azubi diharuskan mengikuti dan lulus ujian akhir (Abschlussprüfung) baik teori atau praktik. Standar kelulusanpun di setiap negara bagian (Bundesland) berbeda-beda.

Apabila seseorang yang berasal dari luar Jerman/ EU ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti program Ausbildung, maka yang bersangkutan harus melampirkan dokumen-dokumen penting seperti Ijazah sekolah/ pendidikan terakhir yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, surat lamaran kerja, riwayat hidup, transkrip nilai/ raport dan dokumen penting lainnya ke perusahaan yang anda lamar.

Selain itu, tidak kalah penting adalah sertifikat bahasa Jerman yang diakui secara internasional yang menerangkan bahwa pendaftar telah menguasai bahasa Jerman minimal di level B1 (intermediate proficiency). Adapula beberapa jurusan Ausbildung yang menyaratkan pendaftarnya (yang bukan penutur asli bahasa Jerman) dengan sertifikat bahasa Jerman di level B2/C1 (advanced proficiency). Oleh karena itu disarankan kepada para pelamar, sebelum melamar Ausbildung, mereka harus sudah menguasai bahasa Jerman dengan baik dengan dibuktikan dengan adanya sertifikat yang berlaku.

Apabila yang bersangkutan telah mendapatkan kontrak kerja (Arbeitsvertrag) yang dikeluarkan oleh IHK (Industri- und Handelskammer/ Kamar Dagang dan Industri) dan disepakati oleh perusahaan, maka dia dapat mengajukan permohonan visa untuk terbang ke Jerman. Harus digaris bawahi bahwa persyaratan pengajuan visa tidak sama dengan persyaratan melamar Ausbildung, oleh karena itu disarankan untuk membaca persyaratan pengajuan visa di kedutaan besar Jerman yang bertugas di negara asal masing-masing.

 

Penulis: Rizky Hidayat

Suara Langkah Indonesia: Webinar Series

Webinar Series Suara Langkah Indonesia adalah suatu kumpulan mini webinar yang bertujuan menyampaikan kabar baik dari Indonesia dan webinar ini juga adalah hasil dari kerja sama antara PPI Jerman dengan berbagai PPI Cabang, juga Suara Langkah Indonesia bekerja sama dengan PPI TV Jerman, yang mana PPI TV Jerman juga berperan dalam menyiarkan secara langsung webinar di Youtube.

Who Knows?

The eventful year of 2020, what have we done this year? Seems like we’ve been too caught up with ourselves and didn’t realize that 2020 was slowly coming to an end. The day the clock struck midnight, we would pop champagne bottles and laugh happily with our now reunited long-lost friends. Visiting our hometown to celebrate the new year with our lovely family and end the year with fireworks and wishes. But this year, everywhere, including Germany, will celebrate it a little bit differently from our previous years.

Look in the phone. Group of young cheerful friends having fun, hug each other and takes selfie on the roof with decorate light bulbs.

One of the reasons is the second lockdown or the Lockdown 2.0 held in Germany. A lockdown will be held from December 16th of 2020 until January 10th, 2021 (16.12.20-10.01.21). Some of the lockdown policies include prohibiting big gatherings like parties and significant events and not allowing us to go out from 9PM – 5AM.  Although this is a different case if someone is going to work during the said time. Due to the current situation, people need to have a document to explain their working status. This doesn’t mean we’re not allowed to go out during the day and do our own daily activities, but another policy that is a must to do is to wear a mask. If you are inside, or outside a mask will always have to accompany you wherever you go. To keep yourself and everyone else safe, a mask is strictly a must to wear. But then again, staying home at these times is always the best option. It indeed isn’t essential for us to go out at these times, despite us being bored at home.

Will a mask function the same if we don’t cover our nose and/or mouth? As we all know, most of us in Germany use public transportations. To go to our own desired workspaces, going to school, or even to meet your significant other. This means that public transports are usually packed with people, remember to wear the mask that covers your NOSE and MOUTH to keep yourself and others safe. Not following these said rules will allow people to get fined with quite a large amount of money or be approached by police.

With this current situation, no one knows when this will end. New cases rapidly increasing, percentages higher than our previous lockdown. Government officials are trying their best to keep the cases as low as possible, aiming to have access to the (coronavirus) vaccinations on December 27th, hoping that this will end this living nightmare.

We’d suspected everything would be like it used to at the end of the year during the first lockdown. People still planning where they’re going for a vacation after this no-so brief lockdown ends. Some of us, including me, even made plans for Christmas and upcoming New Year events. Unfortunately, those plans still stayed in our imagination and cannot be down this year. No significant events, with tasty hotpots or a barbeque grill party this year? Or the night would be dark with no fireworks lit up in the sky? What should we do during new year’s eve, instead of acting like nothing happened? Acting as if New Year was just a typical national holiday, and sleeping in?

Just because there aren’t any big parties or bright colored fireworks lit up in the city center, there will always be a way to overcome this feeling of adapting to new changes—things like visiting your neighbor with tiny groups of people. Most of the students live in their university’s apartment, or some of us live in a single apartment, and the others living in tenants shared with other people. Or people like me sharing a flat with other international students. In this situation, having neighbors will be a great advantage to get to know them better.

This is an excellent time for us, especially for people who rarely communicate with their neighbors. Creating a stronger bond with each other and become lifelong best friends. It indeed isn’t a very fancy and special something, but why not? The more, the merrier, and it’s better to have friends instead of eating by yourself in a room. You could talk about so many things, how crazy this year has been and how you have changed during this pandemic. On the bright side, at least you’d save just a little pocket money for next year instead of buying fireworks or flight tickets.

New year’s eve isn’t just all about parties and champagne, but it’s about being close to the people you love. Those are the most important people, your family, and friends. A simple phone call to their parents or friends could bring a smile to their faces; just because this year is slightly a little bit different doesn’t mean the new year’s spirit disappears. Nervertheless, a holiday for some students means reviewing all the subjects again before the finals ( usually around February or March).

Although we have planned what to do during New Year’s eve. To be alone or gather with a small group, or even have a party or a simple study night. No matter what it is, no one knows what will happen in the next few days before the New Year. Who knows, the government might change or even add some new rules. But what I believe, the following year we will become stronger, braver, and a better person. Most importantly, we must keep up our faith and hope because if there’s a will, there’s a way.

 

 

written by:

  • Andy Susanto
  • Ariya Nalasetya

The Art of Self Love: Loving Yourself Is Important

Nowadays, having anxiety is a ubiquitous thing in this generation. Some people still have this fear of doing something or express their opinion. Because they are afraid of other people’s reactions or judgment. Social media is a big platform to express your feeling, thought, and sharing information easily and quickly spread. That means that everything you do may affect others, which will lead to a judgment from other people; it can be positive and negative. Aside from social media, it also can happen in our society.

Positive responses are good; they make us feel ‘satisfied’ or ‘accomplished’ on what we have done. Adverse reactions may lead to a lack of confidence in ourselves, making us question our own values that will cause so-called self-hatred. Based on Psychology Today Articles about Self-hatred, it is not a disorder, but it is one of several possible symptoms of depression. The DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) articulates this symptom as “feelings of worthlessness or excessive or inappropriate guilt (which may be delusional) nearly every day (not merely self-reproach or guilt about being sick).” When you have those kinds of feelings, it can be dangerous and lead you to harm yourself.  

           As human beings, we have worth, worth of living, and worthy of being loved by someone, especially by ourselves, because we can cultivate self-love. Loving yourself is essential, and it can be the key to find your true happiness and who you really are. But then people might ask: “What exactly is self-love?” and don’t know how to self-love, or even they don’t know how to start. But first, we have to see the definition of self-love. Self-love is an act of giving an appreciation of one’s own worth and well-being. Self-love also means taking care of your own needs and not sacrificing your well-being to please others. Self-love can mean something different for each person because we all have many different ways to take care of ourselves.

            People might think that self-love is hard to apply, but it’s not hard yet not that easy if we are committed to practicing self-love. We’ve all heard the benefits of self-love, and we know that self-love is something we need. The real question is how. How can we learn to love ourselves? Here are steps you can take to set you on the fulfilling path toward true self-love:

  1. 1. Giving a little appreciation to yourself

            After doing some hard works, give yourself a little appreciation, just merely by saying this: “You did a great job today. Thank you.”

  1. 2. Being true to yourself

            Being true to yourself is a personal choice for truth, making choices about how you want to live. Don’t let others take control of yourself because you have the total power to live your life in any way you wish to and be faithful and factual to the truth about you.

  1. Learn to forgive yourself

            People make mistakes. But don’t make those mistakes as your reason to give up instead of making those a learning process. So, forgiving yourself when you aren’t lovely or genuine to yourself. 

  1. Learn to listen to yourself

            Listening to yourself can mean two things. Firstly, paying attention to how you internally talk to yourself is crucial for cultivating an intimate feeling of self-love. Secondly, during times of emotional distress, asking yourself the question “What do I need?” and listening mindfully to the answer can prove invaluable.

  1. Giving yourself a break from self-judgment

            You may be tempted to judge yourself as a failure at fixing your low self-esteem, but what you really are is a person making a long and sometimes challenging journey of self-discovery and self-acceptance. Don’t hold yourself to unrealistic standards and expect to quickly transform what are often lifelong thinking habits. 

  1. Stop comparing yourself with others

            People have their own values and their own uniqueness or strength to shine. So, stop comparing yourself with others because you are you.

  1. Relearning about yourself

            Mindfulness can help us to relearn. Recognizing yourselves with pleasure in this way is an essential component of self-kindness. For instants, yoga is the best choice to regain a sense of satisfaction to increase mindfulness and help you along the road to self-compassion.  

Just a little reminder for all of us:

            Problems are a continual thing in life. They just don’t go away. Instead, they improve. If you avoid problems, it doesn’t mean that your life will be more comfortable. The key is in solving the issues, not in not having problems in the first place. Knowing ourselves better is very important to solve our problems in a good and proper way to understand our own values. Every person has their own remedy. The only one who knows our needs is ourselves.

            However, don’t push away others who tried to help you because we, as social beings, need each other’s help. If something terrible happens to you or you are getting hurt, do not be afraid to seek help through close friends and family or psychologists because they know how to handle it professionally and give you some therapy to help overcome self-hatred another mental illness.  

“Everything tells me that I am about to make a wrong decision, but making mistakes is just part of life. What does the world want of me? Does it want me to take no risks, to go back to where I came from because I didn’t have the courage to say “yes” to life?” – from Paulo Coelho, Eleven Minutes.

 

 

 

Written by Aisha Zahra Paramarta and

 

Sources : 

 

https://www.huffpost.com/entry/what-does-it-mean-to-be-t_b_8033654 

https://www.bbrfoundation.org/blog/self-love-and-what-it-means

https://www.huffpost.com/entry/what-does-it-mean-to-be-t_b_8033654

https://www.psychologytoday.com/intl/basics/self-hatred#what-causes-self-hatred

https://www.medicalnewstoday.com/articles/321309#Yoga-and-relearning-pleasure

The Art of Self-Acceptance: 5 Powerful Exercises for Letting Go of Self-Judgment and Negative Thoughts