Call for Paper || ICONIC 2018

Greetings from Germany!

Hereby, PPI Jerman (Indonesian Student Union in Germany) and PPI Hannover are officially organizing a bi-annually international scientific conference, namely International Conference of Integrated Intellectual Community (ICONIC). ICONIC 2018 raises up a very important theme entitled “Science and Technology for Sustainable Development”.

With respect to the new set of sustainable development goals, we invite original contributions focusing on the following topics including (but not limited to):
• Energy and Natural science
• Information Technology – Telecommunication, Infrastructure and Logistics
• Food industry and Medical science
(Further information about subtopics can be seen at http://iconic.ppi-jerman.de/?q=call-for-participation.)

Through this scientific conference, we give you, fellow academics and scholars, the opportunity to present your works. Those who receive approval of the submitted abstract and paper can present their work during the conference on 27th – 29th April 2018, in Hannover – Germany. Following peer review, selected papers will be published in SSRN indexed by Elsevier publishing®.

Abstract submission will be opened from the 1st October to 31th October 2017. Registration fee is 65 € for early bird or 75 € for normal price, and 25 € for excursion to Hannover Messe (optional). For any further information, please visit our official website (http://iconic.ppi-jerman.de/) and/or contact us via Facebook (https://www.facebook.com/iconicppij). Follow also our official twitter and our official Instagram @iconicppijerman to stay updated.

Please be ready to be the part of us. Present your ideas and join us in ICONIC 2018!

Call for Paper ICONIC 2018

Greetings from Germany,

Hereby, PPI Jerman (Indonesian Students Association in Germany) and PPI Hannover are officially organizing a bi-annually international scientific conference, namely International Conference of Integrated Intellectual Community (ICONIC). ICONIC 2018 is raising up a very important theme entitled “Science and Technology for Sustainable Development”. This event will be held on 27th – 29th April 2018 in Hannover, Germany.

A set of goals toward a new sustainable development agenda to end poverty, protect the planet, and ensure prosperity for all has been issued. This renders opportunities for people around the world to exchange ideas and share experiences for accelerating the achievement of each target. With respect to the new set of sustainable development goals, ICONIC 2018 focuses on the central issues covering: (1) Energy and natural sciences, (2) Information technology, infrastructures and logistics, and (3) Food industry and medical science.

Through this scientific conference, we give you, fellow academics and scholars, the opportunity to present your works. Those who receive approval of the submitted abstract and paper can present their work during the conference on 27th – 29th April 2018. Following peer review, selected papers will be published in SSRN indexed by Elsevier publishing®.

Abstract submission will be opened from the 1st October to 31th October 2017. Please visit our official website (http://iconic.ppi-jerman.de/) and/or contact us via Facebook (https://www.facebook.com/iconicppij) to get further information. Follow our official twitter and istagram @iconicppijerman to stay updated.Please be ready to be the part of us. Present your ideas and join us in ICONIC 2018!!

Indonesischer Abend: Tour de Nusantara – PPI Bremen

Sebagai salah satu “agen budaya”, PPI Bremen banyak terlibat dalam hal-hal yang berhubungan dengan seni dan budaya Indonesia. PPI Bremen menampung semua aspirasi, bakat dan talenta anggotanya, sehingga semua bakat tersebut dapat dipertunjukkan kepada publik di Jerman, salah satunya dengan acara Malam Indonesia atau Indonesischer Abend 2016 ini. Dengan digelarnya acara ini, diharapkan kesenian dan kebudayaan Indonesia dapat lebih dikenal oleh masyarakat umum, khususnya masyarakat Jerman yang tinggal di Bremen dan sekitarnya.

bremen-indoabend-2

Malam Indonesia bertajuk Tour de Nusantara ini menampilkan pertunjukan seni dan budaya daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Berbagai macam kesenian, yaitu seni tari, seni beladiri dan seni musik daerah turut memeriahkan. Para pengunjung disambut oleh panitia berkostum pramugari dan pramugara ketika memasuki ruang acara yang disituasikan menyerupai kabin pesawat terbang. Di dalam acara ini terdapat pula bazzar yang menyediakan kuliner dan kerajinan tangan khas Nusantara. Hasil sumbangan dari para pengunjung akan diberikan kepada organisasi "Dompet Dhuafa" sebagai bentuk rasa peduli dan solidaritas terhadap bangsa Indonesia.

bremen-indoabend-3

Tercatat ada 320 orang pengunjung yang hadir dalam acara Tour de Nusantara yang diadakan oleh PPI Bremen ini. Diantara para tamu undangan, turut hadir: Bürgermeister Bremen yang diwakili oleh istri beliau, Frau Alexia Sieling; Ketua VHS, Frau Sabina Schoefer; Kulturbehörde, Herr Elombo Bolayela; utusan perwakilan dari Turkish Airline, KJRI, KBRI, PSB, DIG, HOI, Diaspora dan beberapa perwakilan Organisasi Masyarakat Indonesia di Bremen (KMIB, PWI, PERKI).

Tour de Nusantara diadakan pada hari Minggu, 20 November 2016, pukul 14:00-19:30 CET di Theater am Leibnizplatz, Bremen.

Press Release – ICONIC 2016

ICONIC 2016: The two-day conference with leading experts in industries

Setelah sukses menyelenggarakan konferensi ICONIC yang pertama pada tahun 2014 di kota Nürnberg, pada kesempatan kali ini PPI Jerman bekerja sama dengan PPI Hamburg menyelenggarakan ICONIC 2016 di Hamburg. Tema yang diangkat dalam konferensi kali ini adalah “Kebangkitan Industri: Optimalisasi Sinergy Bisnis, Pemerintahan, dan Pendidikan”.

Dalam acara tersebut juga dihadiri Presiden Republik Indonesia ke-3, Prof. Dr. B. J. Habibie, sebagai salah satu keynote speaker. Eyang (panggilan beliau, sebagaimana beliau menganggap mahasiswa adalah cucu intelektualnya) menyampaikan dua pesan pokok yaitu budaya estafet dan memaknai cinta dalam arti yang luas. Salah satu alasan mengapa kita kalah bersaing dengan negara-negara tetangga adalah, karena kurang optimalnya budaya estafet. Generasi muda harus mempersiapkan diri dan memiliki daya saing tinggi sehingga siap menerima tongkat estafet. Sudah saatnya semua elemen bersinergi positif, sinergi yang membuat nilai tambah seluruh elemen yang terlibat. Berikutnya adalah pemaknaan cinta dalam arti luas yaitu cinta kepada Tuhan, tanah air, hingga bidang keilmuan yang ditekuni. Dengan adanya cinta, maka dapat menumbuhkan rasa toleransi dan melakukan semuanya dengan sepenuh hati.

Konferensi ini dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Dr. Ing. Fauzi Bowo, bersama dengan Konsul Jenderal RI di Hamburg, Sylvia Arifin, Presiden PPI Jerman, Imanuel Hakiki, dan Ketua Panitia Penyelengara, Akhmad Hafidz Irfandi. Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia menyampaikan bahwa keunggulan Indonesia secara geografis dan demografis harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia sehingga menjadi negera yang berdaya saing tinggi.

Konferensi ini juga menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Ketua Dewan Riset Nasional, Dr. Bambang Setiadi, Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri, Sekretaris Dirjen ILMATE – Kementerian Perindustrian, Ir. Hasbi Assidiq Syamsuddin, dan Atase Pendidikan di Jerman, Dr. Ahmad Saufi.

Acara konferensi ini berlangsung selama dua hari, 29-30 Oktober 2016 di Technische Universität Hamburg dan ditutup pada tanggal 30 malam dengan acara gala dinner dan awards night di KJRI Hamburg. Sebagai kegiatan pelengkap, sehari sebelum konferensi peserta juga mendapat kesempatan untuk berkeliling Hamburg dalam program Hamburg city tour dan sehari setelah konferensi peserta dapat mengikuti ekskursi ke pabrik konsorsium pesawat terbesar di Eropa, Airbus di Hamburg.

picture2

Konferensi ICONIC mempertemukan individu dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi untuk saling bertukar pemikiran dan mencari solusi terhadap tantangan yang di hadapi Indonesia saat ini. Acara ini terdiri dari dua sesi, untuk sesi pertama yaitu keynote speech kemudian dilanjutkan sesi presentasi paper di beberapa kelas, sesuai dengan bidangnya secara parallel. Sebanyak 253 abstrak yang diterima oleh tim akademik kemudian dilakukan proses seleksi. Pada akhirnya 60 paper karya para mahasiswa Indonesia dalam berbagai bidang dipresentasikan selama konferensi  untuk dibahas bersama yang diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan keilmuan dan pembangunan Indonesia.

Mahasiswa Indonesia merasa perlu adanya suatu wadah dimana para akademisi, pakar, diaspora dan mahasiswa duduk bersama untuk berdiskusi dan mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini serta meningkatkan rasa kepedulian dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia. ICONIC merupakan salah satu bentuk kontribusi para diaspora dan mahasiswa terhadap tanah air Indonesia.

Penulis: A. H. Irfandi, Chairman of ICONIC 2016

 

Info lebih lanjut:  http://iconic.ppi-jerman.de

Dokumentasi Pelopor Journal Club PPI Stuttgart

Sejak tanggal 15 Januari 2016, telah diadakan sebuah program dari PPI Stuttgart berjudul “Journal Club” yang bertujuan awal untuk mengembangkan minat dan ketertarikan para anggotanya dalam menulis sebuah karya ilmiah. Ide ini kemudian diimplementasikan juga oleh PPI Jerman agar dapat diterapkan dalam lingkup yang lebih luas, yaitu ke seluruh penjuru Jerman.

Penjelasan lebih mendetail tentang program dapat dilihat di http://ppi-jerman.de/journal-club/

Berikut adalah cuplikan dari dokumentasi-dokumentasi yang telah kami dapat:

 

img_1962
img_2074img_2076
img_4584img_4596

 

PPI Jerman dalam Simposium PPI Amerika-Eropa 2016

PPI Amerika-Eropa merupakan Perhimpunan Pelajar Indonesia Amerika-Eropa yang terdiri dari mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di benua Amerika dan Eropa.

 

Simposium ini difokuskan pada memaknai kembali bangsa Indonesia dalam persiapan menghadapi komunitas ASEAN dengan tema “Memperteguh Identitas Bangsa”. Pada tahun 1964 ada juga tema dari Simposium PPI Amerika-Eropa yang mirip dengan tahun ini. Acara tahunan Simposium PPI Amerika-Eropa tahun ini diadakan di Den Haag, Belanda pada tanggal 22-24 April 2016 dengan diketuai oleh PPI Belanda. Setiap PPI Negara yang tergabung dalam PPI Amerika Eropa mengirimkan 2 mahasiswa. Perwakilan dari PPI Jerman sendiri adalah Marco Nainggolan dan Desrina Awrelia yang merupakan Koordinator dan Staff Divisi Hubungan Internasional PPI Jerman.

img_0313

 

Selain bersilahturami dengan perwakilan dari PPI Negara lain yang bergabung dalam PPI Amerika Eropa, acara utama dari Simposium ini adalah Focus Group Discussion dengan bidang sebagai berikut; Politik dan Hukum, Ekonomi, Teknik, dan Sosial Budaya. Setelah Focus Group Discussion selesai, acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno, yang bertujuan untuk merumuskan rekomendasi berdasarkan hasil sidang komisi. Output Simposium yang diusulkan adalah Rekomendasi PPI Amerika-Eropa untuk pemerintah Indonesia dalam menghadapi Komunitas ASEAN dalam bentuk brief policy dan press release. Kemudian diikuti oleh Sidang Keorganisasian dalam rangka pergantian pengurus PPI Amerika-Eropa, dengan PPI Jerman menjadi Sekretaris dalam kepengurusan PPI Amerika-Eropa tahun 2016-2017.

Pada setiap bidang terdapat minimal satu rekomendasi untuk bangsa Indonesia dengan harapan rekomendasi ini bisa diimplementasikan dalam persiapan Indonesia dalam menghadapi ASEAN, mengingat bahwa Indonesia adalah negara terbesar dan memiliki banyak potensi di ASEAN dengan penduduk hampir sebanyak 300 juta orang.

 

 

Introduction: Journal Club

PPI Jerman berkolaborasi dengan PPI Cabang di Jerman dan PPI TV mempersembahkan JOURNAL CLUB.

Apa itu Journal Club?

Journal Club (JC) merupakan sebuah proyek inisiasi dari divisi pendidikan PPI Jerman periode 2015/2017 yang diharapkan dapat membantu dan mewadahi anggota PPI Jerman memahami dan mempelajari artikel-artikel akademik yang relevan untuk masing-masing bidang.

Dalam perencanaannya, proyek ini dibuat semudah mungkin sehingga diharapkan dapat terus berjalan minimal satu kali setiap bulan di masing-masing daerah.

Bentuk proyek “Journal Club” ini adalah sebuah forum berskala kecil berisikan 5-10 peserta. Dalam satu sesi forum, salah seorang peserta akan mempresentasikan sebuah artikel akademik (papers) yang telah ditentukan. Setelah presentasi, artikel akan didiskusikan di dalam forum dalam bentuk sesi tanya-jawab (Discussion and Q&A). Bila memungkinkan, paling sedikit satu orang di dalam forum akan berperan sebagai ahli (expert) dalam bidang (bukan tema) sehingga dapat membantu apabila ditemukan kesulitan dalam forum.

Berikut video mengenai Journal Club. Silahkan disaksikan dengan seksama dan jangan lupa untuk ikut Journal Club di kotamu ya!

PPI TV [PPI Jerman] – Journal Club

Sounds of Indonesia: Aksara

Sounds of Indonesia adalah acara seni dan budaya yang diselenggarakan oleh PPI Hamburg setiap tahun dengan bertujuan memberikan dukungan kepada banyak aspek penting di Indonesia maupun Jerman. Dengan acara ini, rekan-rekan di PPI Hamburg ingin menunjukan bahwa para mahasiswa di Jerman pun bisa memberi dukungan positif untuk lingkungan sekitarnya dan memberikan dampak yang baik untuk tanah air.

Tujuan penyelenggaraan acara tahun ini adalah pemberikan bantuan dan simpati kepada pendidikan di Indonesia, supaya setiap orang yang kurang mendapat pendidikan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang layak. Dengan demikian, acara ini dedikasikan untuk pendidikan di Indonesia dengan memberikan sumbangan kepada Yayasan Usaha Mulia (YUM).Continue reading

KOPI DARAT PPI JERMAN : Indonesia Merawat Toleransi dan Keberagaman

Pada hari Rabu, 27 November 2013 PPI Jerman bekerjasama dengan PCI NU Jerman dan KBRI Berlin kembali mengadakan  “KOPI DARAT PPI JERMAN” dengan tema “Indonesia Merawat Toleransi dan Keberagaman“ yang kali ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu:

  1. Alissa Abdurrahman Wahid (Putri mantan Presiden Indonesia, Gus Dur)
  2. Dr. Siswo Pratomo (DCM KBRI Berlin)
  3. Pater Fidelis Waton (Pamong Rohani KMKI Berlin)

Sekilas latar belakang acara :

Mengapa Orang Muda Harus Tahu Masalah ini? Keberagamaan adalah kenyataan dan toleransi adalah keharusan. Jika Indonesia ingin mempertahankan apa yang kita miliki sekarang, maka merawat toleransi adalah sebuah keniscayaan.Continue reading

Kopi Darat PPI Jerman: Workshop Pluralisme Bhinneka Tunggal Ika Cuma Utopia? Proyeksi dan Realita Keberagaman Indonesia

Pada tanggal 6 Agustus 2013, PPI Jerman mengadakan Workshop Pluralisme di Rumah Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin dengan judul: Bhinneka Tunggal Ika Cuma Utopia? Proyeksi dan Realita Keberagaman Indonesia. Acara ini berlangsung dari Pukul  17:30 sampai Pukul 23:00 yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Acara ini juga dihadiri 50 peserta dari berbagai jenis latar belakang budaya yang berbeda.

Berbeda dengan kegiatan diskusi lainnya, kegiatan yang mengupas tema pluralisme, multikulturalisme dan keberagaman di Indonesia ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Ibu Siska Andanti (dosen komunikasi dan antropologi di Universitas Paramadina dan dosen mata kuliah multikulturalisme di Universitas Katholik Atmajaya Jakarta). Dalam penyelenggaraan peserta diajak untuk proaktif dalam diskusi dan memaparkan berdasarkan pengalaman para peserta menghadapi situasi yang bhinneka di Indonesia.

Dalam sesi FGD, setiap kelompok yang terdiri dari peserta yang heterogen distimulasi dengan pertanyaan: “Indonesia sebaiknya di-monokulturkan karena kondisi yang multikultur dan plural lebih sering menimbulkan konflik, bagaimana pendapat anda?” Diskusi ini berlangsung dengan intensif, mengingat pertanyaan yang diberikan cukup memprovokasi para peserta. Namun demikian, diskusi berlangsung cukup tertib. Setiap peserta memaparkan pendapatnya tanpa mengurangi nilai-nilai pluralisme itu sendiri.Continue reading