PPI Peduli: Kabut Asap

 

Hallöchen sahabat PPI Jerman,

sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa beberapa bulan belakangan ini tanah air tercinta kita sedang dilanda bencana kabut asap.

Ada lebih dari dua ribu titik api yang tersebar di Sumatra dan Kalimantan mengakibatkan tebalnya kabut asap hingga jarak pandang mencapai kurang lebih 30 meter. Tidak hanya itu, musibah ini pun telah menyebabkan lebih dari 450 ribu orang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berbahaya.Continue reading

Sidang Perwakilan Anggota V.2

Sidang Perwakilan Anggota (SPA) merupakan kegiatan rutin yang diadakan minimal satu kali dalam satu periode kepengurusan PPI Jerman. SPA merupakan wadah bagi anggota PPI Jerman dalam penyaluran aspirasi kepada PPI pusat. Oleh karena itu kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi organisasi PPI Jerman. Tanpa adanya SPA, maka dapat dikatakan bahwa anggota PPI Jerman tidak memiliki wadah dalam partisipasi aktif di organisasi PPI Jerman.Continue reading

Sidang Pewakilan Anggota V.1

Sidang Perwakilan anggota (SPA) V merupakan kegiatan rutin yang diadakan minimal sekali dalam satu periode kepengurusan PPI Jerman. SPA merupakan wadah bagi anggota PPI Jerman dalam penyaluran aspirasi kepada PPI pusat. Oleh karena itu kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi organisasi PPI Jerman. Tanpa adanya SPA, maka dapat dikatakan bahwa anggota PPI Jerman tidak memiliki wadah untuk ikut serta dalam mengatur organisasi.

Dalam penyelenggaraan SPA yang ketiga setelah revitalisasi PPI Jerman pada tahun 2007, berdasarkan keputusan rapat PPI cabang bersama Steering Committee SPA akan diselenggarakan di dua tempat dan waktu berbeda. Dimana agenda utama dalam SPAV.1 adalah Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kepengurusan PPI Jerman Periode 2010/2012 dan Pergantian Kepegurusan. Sedangkan dalam SPA.V.2 – yang tempat dan waktunya akan ditentukan dalam waktu secepatnya dalam  rapat cabang – akan membahas revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Penentuan Garis Besar Haluan Program Pengurus Terbaru dan Konsolidasi (internal bersama) PPI Cabang.Continue reading

KOPI DARAT PPI JERMAN : Indonesia Merawat Toleransi dan Keberagaman

Pada hari Rabu, 27 November 2013 PPI Jerman bekerjasama dengan PCI NU Jerman dan KBRI Berlin kembali mengadakan  “KOPI DARAT PPI JERMAN” dengan tema “Indonesia Merawat Toleransi dan Keberagaman“ yang kali ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu:

  1. Alissa Abdurrahman Wahid (Putri mantan Presiden Indonesia, Gus Dur)
  2. Dr. Siswo Pratomo (DCM KBRI Berlin)
  3. Pater Fidelis Waton (Pamong Rohani KMKI Berlin)

Sekilas latar belakang acara :

Mengapa Orang Muda Harus Tahu Masalah ini? Keberagamaan adalah kenyataan dan toleransi adalah keharusan. Jika Indonesia ingin mempertahankan apa yang kita miliki sekarang, maka merawat toleransi adalah sebuah keniscayaan.Continue reading

Kopi Darat PPI Jerman: Workshop Pluralisme Bhinneka Tunggal Ika Cuma Utopia? Proyeksi dan Realita Keberagaman Indonesia

Pada tanggal 6 Agustus 2013, PPI Jerman mengadakan Workshop Pluralisme di Rumah Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin dengan judul: Bhinneka Tunggal Ika Cuma Utopia? Proyeksi dan Realita Keberagaman Indonesia. Acara ini berlangsung dari Pukul  17:30 sampai Pukul 23:00 yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Acara ini juga dihadiri 50 peserta dari berbagai jenis latar belakang budaya yang berbeda.

Berbeda dengan kegiatan diskusi lainnya, kegiatan yang mengupas tema pluralisme, multikulturalisme dan keberagaman di Indonesia ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Ibu Siska Andanti (dosen komunikasi dan antropologi di Universitas Paramadina dan dosen mata kuliah multikulturalisme di Universitas Katholik Atmajaya Jakarta). Dalam penyelenggaraan peserta diajak untuk proaktif dalam diskusi dan memaparkan berdasarkan pengalaman para peserta menghadapi situasi yang bhinneka di Indonesia.

Dalam sesi FGD, setiap kelompok yang terdiri dari peserta yang heterogen distimulasi dengan pertanyaan: “Indonesia sebaiknya di-monokulturkan karena kondisi yang multikultur dan plural lebih sering menimbulkan konflik, bagaimana pendapat anda?” Diskusi ini berlangsung dengan intensif, mengingat pertanyaan yang diberikan cukup memprovokasi para peserta. Namun demikian, diskusi berlangsung cukup tertib. Setiap peserta memaparkan pendapatnya tanpa mengurangi nilai-nilai pluralisme itu sendiri.Continue reading