Introduction: Journal Club

PPI Jerman berkolaborasi dengan PPI Cabang di Jerman dan PPI TV mempersembahkan JOURNAL CLUB.

Apa itu Journal Club?

Journal Club (JC) merupakan sebuah proyek inisiasi dari divisi pendidikan PPI Jerman periode 2015/2017 yang diharapkan dapat membantu dan mewadahi anggota PPI Jerman memahami dan mempelajari artikel-artikel akademik yang relevan untuk masing-masing bidang.

Dalam perencanaannya, proyek ini dibuat semudah mungkin sehingga diharapkan dapat terus berjalan minimal satu kali setiap bulan di masing-masing daerah.

Bentuk proyek “Journal Club” ini adalah sebuah forum berskala kecil berisikan 5-10 peserta. Dalam satu sesi forum, salah seorang peserta akan mempresentasikan sebuah artikel akademik (papers) yang telah ditentukan. Setelah presentasi, artikel akan didiskusikan di dalam forum dalam bentuk sesi tanya-jawab (Discussion and Q&A). Bila memungkinkan, paling sedikit satu orang di dalam forum akan berperan sebagai ahli (expert) dalam bidang (bukan tema) sehingga dapat membantu apabila ditemukan kesulitan dalam forum.

Berikut video mengenai Journal Club. Silahkan disaksikan dengan seksama dan jangan lupa untuk ikut Journal Club di kotamu ya!

PPI TV [PPI Jerman] – Journal Club

Sounds of Indonesia: Aksara

Sounds of Indonesia adalah acara seni dan budaya yang diselenggarakan oleh PPI Hamburg setiap tahun dengan bertujuan memberikan dukungan kepada banyak aspek penting di Indonesia maupun Jerman. Dengan acara ini, rekan-rekan di PPI Hamburg ingin menunjukan bahwa para mahasiswa di Jerman pun bisa memberi dukungan positif untuk lingkungan sekitarnya dan memberikan dampak yang baik untuk tanah air.

Tujuan penyelenggaraan acara tahun ini adalah pemberikan bantuan dan simpati kepada pendidikan di Indonesia, supaya setiap orang yang kurang mendapat pendidikan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang layak. Dengan demikian, acara ini dedikasikan untuk pendidikan di Indonesia dengan memberikan sumbangan kepada Yayasan Usaha Mulia (YUM).Continue reading

Hackathon Merdeka 3.0

Hallo teman-teman PPI Jerman,

Sudah banyak masalah tanah air yang sedang kita hadapi beberapa tahun terakhir, yang paling sering kita dengar salah satunya adalah korupsi. Tentu saja kita merasa lelah mendengar berita-berita di media tentang masalah ini yang rasanya terus-terusan terjadi.

Dengan adanya KPK dan badan hukum, masalah korupsi yang kian marak di tanah air ini terurai dengan perlahan. Tapi bukan berarti KPK sendiri tidak membutuhkan bantuan kita, justru sebaliknya, dukungan dari masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan, tidak hanya warga Indonesia yang tinggal di tanah air melainkan di seluruh dunia.

Untuk itu, pada tanggal 5-6 Desember 2015 akan diadakan Hackathon Merdeka 3.0.Continue reading

PPI Peduli: Kabut Asap

 

Hallöchen sahabat PPI Jerman,

sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa beberapa bulan belakangan ini tanah air tercinta kita sedang dilanda bencana kabut asap.

Ada lebih dari dua ribu titik api yang tersebar di Sumatra dan Kalimantan mengakibatkan tebalnya kabut asap hingga jarak pandang mencapai kurang lebih 30 meter. Tidak hanya itu, musibah ini pun telah menyebabkan lebih dari 450 ribu orang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berbahaya.Continue reading

Sidang Perwakilan Anggota V.2

Sidang Perwakilan Anggota (SPA) merupakan kegiatan rutin yang diadakan minimal satu kali dalam satu periode kepengurusan PPI Jerman. SPA merupakan wadah bagi anggota PPI Jerman dalam penyaluran aspirasi kepada PPI pusat. Oleh karena itu kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi organisasi PPI Jerman. Tanpa adanya SPA, maka dapat dikatakan bahwa anggota PPI Jerman tidak memiliki wadah dalam partisipasi aktif di organisasi PPI Jerman.Continue reading

Sidang Pewakilan Anggota V.1

Sidang Perwakilan anggota (SPA) V merupakan kegiatan rutin yang diadakan minimal sekali dalam satu periode kepengurusan PPI Jerman. SPA merupakan wadah bagi anggota PPI Jerman dalam penyaluran aspirasi kepada PPI pusat. Oleh karena itu kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi organisasi PPI Jerman. Tanpa adanya SPA, maka dapat dikatakan bahwa anggota PPI Jerman tidak memiliki wadah untuk ikut serta dalam mengatur organisasi.

Dalam penyelenggaraan SPA yang ketiga setelah revitalisasi PPI Jerman pada tahun 2007, berdasarkan keputusan rapat PPI cabang bersama Steering Committee SPA akan diselenggarakan di dua tempat dan waktu berbeda. Dimana agenda utama dalam SPAV.1 adalah Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kepengurusan PPI Jerman Periode 2010/2012 dan Pergantian Kepegurusan. Sedangkan dalam SPA.V.2 – yang tempat dan waktunya akan ditentukan dalam waktu secepatnya dalam  rapat cabang – akan membahas revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Penentuan Garis Besar Haluan Program Pengurus Terbaru dan Konsolidasi (internal bersama) PPI Cabang.Continue reading

KOPI DARAT PPI JERMAN : Indonesia Merawat Toleransi dan Keberagaman

Pada hari Rabu, 27 November 2013 PPI Jerman bekerjasama dengan PCI NU Jerman dan KBRI Berlin kembali mengadakan  “KOPI DARAT PPI JERMAN” dengan tema “Indonesia Merawat Toleransi dan Keberagaman“ yang kali ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu:

  1. Alissa Abdurrahman Wahid (Putri mantan Presiden Indonesia, Gus Dur)
  2. Dr. Siswo Pratomo (DCM KBRI Berlin)
  3. Pater Fidelis Waton (Pamong Rohani KMKI Berlin)

Sekilas latar belakang acara :

Mengapa Orang Muda Harus Tahu Masalah ini? Keberagamaan adalah kenyataan dan toleransi adalah keharusan. Jika Indonesia ingin mempertahankan apa yang kita miliki sekarang, maka merawat toleransi adalah sebuah keniscayaan.Continue reading

Kopi Darat PPI Jerman: Workshop Pluralisme Bhinneka Tunggal Ika Cuma Utopia? Proyeksi dan Realita Keberagaman Indonesia

Pada tanggal 6 Agustus 2013, PPI Jerman mengadakan Workshop Pluralisme di Rumah Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin dengan judul: Bhinneka Tunggal Ika Cuma Utopia? Proyeksi dan Realita Keberagaman Indonesia. Acara ini berlangsung dari Pukul  17:30 sampai Pukul 23:00 yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Acara ini juga dihadiri 50 peserta dari berbagai jenis latar belakang budaya yang berbeda.

Berbeda dengan kegiatan diskusi lainnya, kegiatan yang mengupas tema pluralisme, multikulturalisme dan keberagaman di Indonesia ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Ibu Siska Andanti (dosen komunikasi dan antropologi di Universitas Paramadina dan dosen mata kuliah multikulturalisme di Universitas Katholik Atmajaya Jakarta). Dalam penyelenggaraan peserta diajak untuk proaktif dalam diskusi dan memaparkan berdasarkan pengalaman para peserta menghadapi situasi yang bhinneka di Indonesia.

Dalam sesi FGD, setiap kelompok yang terdiri dari peserta yang heterogen distimulasi dengan pertanyaan: “Indonesia sebaiknya di-monokulturkan karena kondisi yang multikultur dan plural lebih sering menimbulkan konflik, bagaimana pendapat anda?” Diskusi ini berlangsung dengan intensif, mengingat pertanyaan yang diberikan cukup memprovokasi para peserta. Namun demikian, diskusi berlangsung cukup tertib. Setiap peserta memaparkan pendapatnya tanpa mengurangi nilai-nilai pluralisme itu sendiri.Continue reading