Wanderung Merah Putih – PPI Kalsruhe

Untuk merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, PPI Kalsruhe mengadakan acara Wanderung Merah Putih yang akan mengembalikan memori kita semua kepada euforia lomba tujuh belasan yang berlangsung di tanah air. Acara ini berlangsung pada tanggal 20 Agustus 2016 di Tierpark Oberwald, Kalsruhe.

wanderung-17an-ka-1

Wanderung di mulai pukul 10:30 CET dan berlangsung selama tujuh jam. Acara ini diikuti oleh 24 orang peserta. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan bersaing satu sama lain dalam mengumpulkan poin. Poin diberikan jika peserta berhasil menyelesaikan permainan yang disediakan oleh panitia di setiap pos yang tersebar di beberapa titik di lokasi yang telah ditentukan. Bermacam permainan yang disiapkan panitia yang terdiri dari sepuluh orang ini adalah permainan-permainan yang menguji ketangkasan, seperti lomba-lomba tujuh belasan di Indonesia. Walaupun cuaca mendung dan sempat gerimis, acara tentu berlangsung dengan seru dan tentunya mempererat tali persaudaraan para pelajar WNI di Kalsruhe.

wanderung-17an-ka-2

PokemonGo: Run!

PokemonGo yang tengah naik daun di kalangan pecinta game melahirkan sebuah ide untuk memanfaatkan keunikan dari aplikasi tersebut. PPI mengimplemetasikan sisi positif aplikasi tersebut dengan mengkombinasikan bermain sambil lari pagi, terciptalah PokemonGo Run.

PokemonGo Run yang pertama kali diadakan di Berlin, pada tanggal 17 Juli 2016 sekitar pukul 10:00 CET. Para peserta acara pertama-tama berkumpul di Turmstraße sebelum memulai lari pagi. Selanjutnya, mereka berlari bersama sambil menangkap Pokemon yang bersembunyi di sekitar Berlin. Rute yang digunakan adalah rute yang biasanya digunakan Indorunners Berlin untuk lari pagi. Acara diakhiri dengan sarapan bersama di sebuah Bäckerei.

Sayangnya, cuaca yang kurang bersahabat membuat peminat acara berkurang. Hari itu hujan ringan dan suhu udara sekitar 15°C. Hanya ada 10 orang peserta yang turut meramaikan acara lari pagi sembari menangkap Pokemon ini.

Indonesischer Abend: Tour de Nusantara – PPI Bremen

Sebagai salah satu “agen budaya”, PPI Bremen banyak terlibat dalam hal-hal yang berhubungan dengan seni dan budaya Indonesia. PPI Bremen menampung semua aspirasi, bakat dan talenta anggotanya, sehingga semua bakat tersebut dapat dipertunjukkan kepada publik di Jerman, salah satunya dengan acara Malam Indonesia atau Indonesischer Abend 2016 ini. Dengan digelarnya acara ini, diharapkan kesenian dan kebudayaan Indonesia dapat lebih dikenal oleh masyarakat umum, khususnya masyarakat Jerman yang tinggal di Bremen dan sekitarnya.

bremen-indoabend-2

Malam Indonesia bertajuk Tour de Nusantara ini menampilkan pertunjukan seni dan budaya daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Berbagai macam kesenian, yaitu seni tari, seni beladiri dan seni musik daerah turut memeriahkan. Para pengunjung disambut oleh panitia berkostum pramugari dan pramugara ketika memasuki ruang acara yang disituasikan menyerupai kabin pesawat terbang. Di dalam acara ini terdapat pula bazzar yang menyediakan kuliner dan kerajinan tangan khas Nusantara. Hasil sumbangan dari para pengunjung akan diberikan kepada organisasi "Dompet Dhuafa" sebagai bentuk rasa peduli dan solidaritas terhadap bangsa Indonesia.

bremen-indoabend-3

Tercatat ada 320 orang pengunjung yang hadir dalam acara Tour de Nusantara yang diadakan oleh PPI Bremen ini. Diantara para tamu undangan, turut hadir: Bürgermeister Bremen yang diwakili oleh istri beliau, Frau Alexia Sieling; Ketua VHS, Frau Sabina Schoefer; Kulturbehörde, Herr Elombo Bolayela; utusan perwakilan dari Turkish Airline, KJRI, KBRI, PSB, DIG, HOI, Diaspora dan beberapa perwakilan Organisasi Masyarakat Indonesia di Bremen (KMIB, PWI, PERKI).

Tour de Nusantara diadakan pada hari Minggu, 20 November 2016, pukul 14:00-19:30 CET di Theater am Leibnizplatz, Bremen.

SPORA-PPI Aachen

Untuk menunjukan tungkat keaktifitasan yang sedang meningkat, PPI Aachen mengadakan acara festival olahraga yang dinamakan SPORA atau Sportfest Aachen. Acara yang dilakukan indoor dan dihadiri oleh kurang lebih 350 orang pengunjung ini bertujuan untuk meningkatkan sportivitas antar warga Indonesia di Jerman, serta untuk membangun suatu ikatan koneksi sesama WNI satu sama lainnya.

SPORA berlangsung pada tanggal 5-6 November 2016 di Sporthalle Vaals, Aachen. Adapun hasil dari kompetisi olahraga ini adalah:

  • Basket : Bonn
  • Futsal : Karlsruhe
  • Badminton ( Ganda campuran dan Ganda Putra ) : Gießen

Press Release – ICONIC 2016

ICONIC 2016: The two-day conference with leading experts in industries

Setelah sukses menyelenggarakan konferensi ICONIC yang pertama pada tahun 2014 di kota Nürnberg, pada kesempatan kali ini PPI Jerman bekerja sama dengan PPI Hamburg menyelenggarakan ICONIC 2016 di Hamburg. Tema yang diangkat dalam konferensi kali ini adalah “Kebangkitan Industri: Optimalisasi Sinergy Bisnis, Pemerintahan, dan Pendidikan”.

Dalam acara tersebut juga dihadiri Presiden Republik Indonesia ke-3, Prof. Dr. B. J. Habibie, sebagai salah satu keynote speaker. Eyang (panggilan beliau, sebagaimana beliau menganggap mahasiswa adalah cucu intelektualnya) menyampaikan dua pesan pokok yaitu budaya estafet dan memaknai cinta dalam arti yang luas. Salah satu alasan mengapa kita kalah bersaing dengan negara-negara tetangga adalah, karena kurang optimalnya budaya estafet. Generasi muda harus mempersiapkan diri dan memiliki daya saing tinggi sehingga siap menerima tongkat estafet. Sudah saatnya semua elemen bersinergi positif, sinergi yang membuat nilai tambah seluruh elemen yang terlibat. Berikutnya adalah pemaknaan cinta dalam arti luas yaitu cinta kepada Tuhan, tanah air, hingga bidang keilmuan yang ditekuni. Dengan adanya cinta, maka dapat menumbuhkan rasa toleransi dan melakukan semuanya dengan sepenuh hati.

Konferensi ini dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Dr. Ing. Fauzi Bowo, bersama dengan Konsul Jenderal RI di Hamburg, Sylvia Arifin, Presiden PPI Jerman, Imanuel Hakiki, dan Ketua Panitia Penyelengara, Akhmad Hafidz Irfandi. Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia menyampaikan bahwa keunggulan Indonesia secara geografis dan demografis harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia sehingga menjadi negera yang berdaya saing tinggi.

Konferensi ini juga menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Ketua Dewan Riset Nasional, Dr. Bambang Setiadi, Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri, Sekretaris Dirjen ILMATE – Kementerian Perindustrian, Ir. Hasbi Assidiq Syamsuddin, dan Atase Pendidikan di Jerman, Dr. Ahmad Saufi.

Acara konferensi ini berlangsung selama dua hari, 29-30 Oktober 2016 di Technische Universität Hamburg dan ditutup pada tanggal 30 malam dengan acara gala dinner dan awards night di KJRI Hamburg. Sebagai kegiatan pelengkap, sehari sebelum konferensi peserta juga mendapat kesempatan untuk berkeliling Hamburg dalam program Hamburg city tour dan sehari setelah konferensi peserta dapat mengikuti ekskursi ke pabrik konsorsium pesawat terbesar di Eropa, Airbus di Hamburg.

picture2

Konferensi ICONIC mempertemukan individu dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi untuk saling bertukar pemikiran dan mencari solusi terhadap tantangan yang di hadapi Indonesia saat ini. Acara ini terdiri dari dua sesi, untuk sesi pertama yaitu keynote speech kemudian dilanjutkan sesi presentasi paper di beberapa kelas, sesuai dengan bidangnya secara parallel. Sebanyak 253 abstrak yang diterima oleh tim akademik kemudian dilakukan proses seleksi. Pada akhirnya 60 paper karya para mahasiswa Indonesia dalam berbagai bidang dipresentasikan selama konferensi  untuk dibahas bersama yang diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan keilmuan dan pembangunan Indonesia.

Mahasiswa Indonesia merasa perlu adanya suatu wadah dimana para akademisi, pakar, diaspora dan mahasiswa duduk bersama untuk berdiskusi dan mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini serta meningkatkan rasa kepedulian dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia. ICONIC merupakan salah satu bentuk kontribusi para diaspora dan mahasiswa terhadap tanah air Indonesia.

Penulis: A. H. Irfandi, Chairman of ICONIC 2016

 

Info lebih lanjut:  http://iconic.ppi-jerman.de

Dokumentasi Pelopor Journal Club PPI Stuttgart

Sejak tanggal 15 Januari 2016, telah diadakan sebuah program dari PPI Stuttgart berjudul “Journal Club” yang bertujuan awal untuk mengembangkan minat dan ketertarikan para anggotanya dalam menulis sebuah karya ilmiah. Ide ini kemudian diimplementasikan juga oleh PPI Jerman agar dapat diterapkan dalam lingkup yang lebih luas, yaitu ke seluruh penjuru Jerman.

Penjelasan lebih mendetail tentang program dapat dilihat di http://ppi-jerman.de/journal-club/

Berikut adalah cuplikan dari dokumentasi-dokumentasi yang telah kami dapat:

 

img_1962
img_2074img_2076
img_4584img_4596

 

International Symposium OISAA 2016

 

Pada tanggal 24-28 Juli 2016 telah berlangsung International Symposium OISAA 2016 di

Kairo, Mesir. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 1000 orang yang merupakan delegasi dari

berbagai PPI di seluruh dunia dan juga perwakilan BEM dari universitas-universitas di

Indonesia.

 

International Symposium OISAA 2016 meliputi pembicaraan dan diskusi mengenai berbagai

bidang, termasuk bidang politik dan ekonomi. Turut hadir sebagai pembicara profesional

adalah Prof. Dr. Mohammad Mahfud M. D., S. H., M. Sabeth Abilawa, M. E., H. Faisal Basri, S.

E., M. A.

 

Acara berlangsung dengan kondusif dan terkontrol, meski temperatur di luar mencapai 36

derajat celsius.

Salah satu latar belakang diadakannya simposium ini adalah adanya kesadaran akan

toleransi antar warga negara Indonesia yang terkikis. Tujuan utama dari acara ini adalah

untuk menjadi ajang dialektika wawasan dan gagasan yang kelak bila direkomendasikan

untuk kemajuan Indonesia di masa yang akan datang, bersama para ahli di bidangnya dan

menambah “daya gedor” perubahan yang terus harus selalu diupayakan bagi seluruh pelajar

dan mahasiswa Indonesia di dalam dan luar negeri khususnya.

 

Agenda terakhir dari International Symposium OISAA 2016 adalah sidang LPJ Tahunan dan

pemilihan koordinator PPI Dunia periode 2016/2017. Pemilihan tersebut dimenangkan oleh

Intan Irani dari PPI Italia.

 

Info lebih lanjut: https://www.facebook.com/simposiuminternasional.cairo?fref=nf

 

14055046_300991396926196_6009986284015375447_n

Introduction: Instagram PPI Jerman

HALLO TEMAN-TEMAN PPI JERMAN!

Kabar gembira untuk kita semua, karena sekarang PPI Jerman sudah memiliki akun Instagram @ppijerman!

Kami dari Divisi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi PPI Jerman ingin teman-teman, baik yang masih berstatus mahasiswa atau sudah bekerja, dari seluruh Jerman atau mungkin yang memiliki cita-cita studi di Jerman tapi masih berada di Indonesia untuk berpartisipasi dalam foto-foto di akun Instagram PPI Jerman ini. Bagaimana caranya? Silahkan ikuti langkah-langkah dari poster di bawah ini.

Poster Instagram

Jadi tunggu apalagi, jangan lupa follow Instagram PPI Jerman @ppijerman.

Salam perhimpunan!

Introduction: BUDDY

Salam perhimpunan!

Dengan ini PPI Jerman berkolaborasi dengan PPI TV dengan bangga mempersembahkan, BUDDY.

Apa itu BUDDY?

Buddy adalah sebuah program pendampingan dari PPI Jerman Periode2015-2017. Program ini diperuntukan bagi teman-teman pelajar di Indonesia yang baru saja tiba di Jerman dan belum memiliki koneksi atau teman di kotanya. Buddy memiliki konsep “teman bantu teman”, jadi pelaksanaannya tidak dipungut biaya.

BUDDY

Jika teman-teman bersedia untuk mendaftarkan diri sebagai BUDDY, jangan lupa isi formulir yang tersedia di website PPI Jerman! Jika masih ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan mengirimkan pertanyaan melalui kontak yang telah disediakan.

PPI Jerman dalam Simposium PPI Amerika-Eropa 2016

PPI Amerika-Eropa merupakan Perhimpunan Pelajar Indonesia Amerika-Eropa yang terdiri dari mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di benua Amerika dan Eropa.

 

Simposium ini difokuskan pada memaknai kembali bangsa Indonesia dalam persiapan menghadapi komunitas ASEAN dengan tema “Memperteguh Identitas Bangsa”. Pada tahun 1964 ada juga tema dari Simposium PPI Amerika-Eropa yang mirip dengan tahun ini. Acara tahunan Simposium PPI Amerika-Eropa tahun ini diadakan di Den Haag, Belanda pada tanggal 22-24 April 2016 dengan diketuai oleh PPI Belanda. Setiap PPI Negara yang tergabung dalam PPI Amerika Eropa mengirimkan 2 mahasiswa. Perwakilan dari PPI Jerman sendiri adalah Marco Nainggolan dan Desrina Awrelia yang merupakan Koordinator dan Staff Divisi Hubungan Internasional PPI Jerman.

img_0313

 

Selain bersilahturami dengan perwakilan dari PPI Negara lain yang bergabung dalam PPI Amerika Eropa, acara utama dari Simposium ini adalah Focus Group Discussion dengan bidang sebagai berikut; Politik dan Hukum, Ekonomi, Teknik, dan Sosial Budaya. Setelah Focus Group Discussion selesai, acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno, yang bertujuan untuk merumuskan rekomendasi berdasarkan hasil sidang komisi. Output Simposium yang diusulkan adalah Rekomendasi PPI Amerika-Eropa untuk pemerintah Indonesia dalam menghadapi Komunitas ASEAN dalam bentuk brief policy dan press release. Kemudian diikuti oleh Sidang Keorganisasian dalam rangka pergantian pengurus PPI Amerika-Eropa, dengan PPI Jerman menjadi Sekretaris dalam kepengurusan PPI Amerika-Eropa tahun 2016-2017.

Pada setiap bidang terdapat minimal satu rekomendasi untuk bangsa Indonesia dengan harapan rekomendasi ini bisa diimplementasikan dalam persiapan Indonesia dalam menghadapi ASEAN, mengingat bahwa Indonesia adalah negara terbesar dan memiliki banyak potensi di ASEAN dengan penduduk hampir sebanyak 300 juta orang.