Kristallnacht

Image may contain: text

Oleh: revoltierende13

Cerdas, pintar, rajin menabung, kaya raya, pedagang, sudah ditakdirkan oleh yang mahakuasa sampai hal negatif seperti selamanya dikutuk dibumi, segerombolan manusia yang tak memiliki kampunghalaman, penyebab krisis ekonomi, lintah darat, simbol degenerasi dan lain sebagainya – bei euch geht’s nur um Geld. Banyaknya kisah dan sebutan yang dilayangkan secara spekulatif dan emosional kepada masyarakat Yahudi menciptakan sebuah paradigma teori konspirasi. Selama ribuan tahun orang-orang yahudi mengalami marginalisasi di berbagai macam peradaban, mereka selalu dicurigai, sehingga hak-hak mereka tidak sama dengan masyarakat mayoritas, sampai-sampaidilarang bekerja (terutama disektor pemerintahan), selain berdagang. Ukuran toleransi dari kekuasaan budaya disetiap ruang dan waktu kepada masyarakat Yahudi pun juga sangat ambivalen. Meski mengalami marginalisasi, deportasi, pembantaian ditengah-tengah masyarakat yang hegemon tidak sedikit warga Yahudi yang meraih kesuksesan, terutama dibidang keuangan dan teknik.

Tepat di tanggal ini pada tahun 1938 Nazi Jerman melancarkan sebuah manuver melawan masyarakat Yahudi di seluruh Jerman, aksi ini dinamakan Reichskristallnacht yang tidak lain adalah bentuk euphemisme dari Novemberprogrom 1938 – menurut Wikipedia pogrom adalah seranganpenuh kekerasan besar-besaran yang terorganisir atas sebuahkelompok tertentu, etnis, keagamaan atau lainnya yang diberangi oleh penghancuran terhadap lingkungannya (rumah, tempat usaha, pusat-pusat keagamaan, dll.). Nazi menghancurkan toko-toko, sinagog, tempattinggal, dan kuburan milik masyarakat Yahudi – kala itu menjadi Yahudi sama halnya seperti penyimpangan sosial, Nazi juga tidak pandang bulu kepada yahudi-yahudi jerman yang memiliki peran sebagai tentara pada waktu Perang Dunia 1 berlangsung. Peristiwa ini menjadi peristiwa awal terjadinya segala pembantaian sistematis yang dilakukan Nazi Jerman di tahun-tahun berikutnya, sekaligus peristiwa yang sangat memalukan yang pernah masyarakatJerman alami dalam sejarah era modern. Kekejaman rezim Nazi Jerman tidak segan membungkam sampai mati orang-orang yang kontra terhadapnya. Nazi dengan ideologi nasionalistik-fasismenya beranggapan bahwa ras arya adalah ras terunggul dan akan terjadi secara natural masa dimana ras arya akan mengambil alih kuasa diatas ras-ras lainnya.

Image may contain: people standing, flower, plant and outdoor

Peristiwa ini menggambarkan sebuah bentukmasyarakat yang berdasarkan ide eksklusifisme, ide eksklusif mengaburkan fakta-fakta di sekitar, sehingga dapat menipu suatu masyarakat di mana mereka berada memiliki keunikan yang tak dimiliki masyarakat lainnya, namun keunikan itu hanyalah klaim superioritas – hanya dongeng, manipulasi struktural melalui pendidikan dan mediamassa salah satu caranya. Akibat sejarah gelapnya masyarakat Jerman pun sampai hari ini juga masih berjuang melawan dirinya sendiri. Aksi-aksi antisemitisme belakangan juga menjadi tema dikarenakan naiknya angka kekerasan yang terkait antisemitisme dan juga terjadi penyerangan sinagog di Halle/Saale oleh seorang teroris ekstrim sayapkanan di bulan oktober lalu yang memakan dua korban. PPI Jerman turut berkabung atas kejadian 9/10 November 1938, mengambil sikap melawan stigma antisemitisme dan berdiri untuk masyarakat terbuka!

Image may contain: tree, plant, table, shoes and outdoor

09.11.2019